Langsung ke konten utama

3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Oleh    : Litta Umasugi, S.Pd

CGP Angkatan 2 Kota Tidore Kepulauan

 

A.     Latar Belakang

Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan Pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Dengan bantuan pelaku pendidikan, pemerintah, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, peserta didik dapat memperoleh pendidikan karakter yang efektif.

Selain keluarga Sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam penumbuhan karakter peserta didik. Dengan melakukan program yang berdapak pada murid merupakan salah satu upaya menciptakan pembelajaran efekatif dan efesien. Penumbuhan karakter melaui program pembiasaan yang dilakukan secara rutin, insidental maupun terprogram akan mampu menangani dan mencegah perilaku menyimpang pada peserta didik.

B.      Tujuan

Tujuan program pembiasaan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

 

No

Program Pembiasaan

Tujuan

1.

Pembiasaan 5S di lingkungan sekolah

Menumbuhkan sikap saling menghormati, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab.

2

Upacara Pengibaran Bendera dan Peringatan Hari-hari Besar Nasional

Menumbuhkan sikap cinta tanah air, disiplin, mandiri, dan tanggung jawab.

3.

Pembiasaan pembacaan Asmaul Husna pada setiap apel pagi (bagi muslim) dan doa pagi (bagi nasrani), shalat dhuha di pagi hari  dan shalat duhur sebelum pulang sekolah.

Menumbuhkan sikap religi, yaitu mampu mepetebal keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

4.

Literasi di lignkungan sekolah

Menumbuhkan budaya literat dan mampu memanfaatkan sumber bacaan baik literasi membaca maupun literasi numerasi.

5.

Setiap hari bersih

Menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab dan mandiri, serta kerja sama seluruh warga sekolah.

 

 

C.      Tahapan Bagja

Program pembiasan dan budaya sekolah sebagai penguatan pendidikan karakter peserta didik disajikan dalam tabel Tahapan BAGJA berikut ini:

 

PRAKARSA

PERUBAHAN

Program Kegiatan Pembiasaan dan Budaya Sekolah

sebagai Pembentukan Karakter di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan

Tahapan

Pertanyaan

Daftar Tindakan yang Perlu Dilakukan untuk Menjawab Pertanyaan

B-uat Pertanyaan (Define)

Bagaimana cara menumbuhkan karakter positif peserta didik melalui kegiatan pembiasaan?

Melalui pembiasaan yang dijadwalkan peserta didik melakukan:

1.     Pembiasaan penerapan 5S di lingkungan sekolah.

2.     Upacara bendera

3.     Pembacaan Asmaul husna, doa bersama, shalat duha, shalat duhur

4.     Literasi membaca di lingkungan sekolah

5.    Setiap hari bersih.

A-mbil Pelajaran (Discover)

Kegiatan pembiasaan seperti apa yang dapat menumbuhkan karakter positif peserta didik?

Melalui kegiatan pembiasaan yang dilakukan setiap hari di sekolah akan mampu membentuk karakter dan pribadi peserta didik dan waga sekolah menjadi insan yang berbudi dan bermartabat.

Kegiatan yang dilakukan adalah:

1)      Pembisaaan penerapan 5S di lingkungan sekolah setiap pagi hari;

2)      Pengenalan Upacara bendera pada stiap hari Senin;

3)      Rutinitas Pembacaan Asmaul husna, doa bersama, shalat duha, shalat duhur

4)      Budaya literasi di lingkungan sekolah

5)      Setiap hari bersih di lingkungan sekolah;

G-ali mimpi (Dream)

Karakter yang diharapkan tumbuh setelah peserta didik mengikuti kegiatan pembiasaan?

Seletah peserta didik dan warga sekolah lainnya melaksanakan Kegiatan Pembiasaan dan Budaya Sekolah sebagai Pembentukan Karakter di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan

 

diharapkan:

1)      Peserta didik mampu menujukkan sikap ramah, sopan, rendah jati, seling menghormati, kretaif, dan rasa percaya diri;

2)      Menunjukan sikap taat beribadah dan mempertebal keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

3)      Menumbukan sikap yang gemar membaca atau budaya literat pada diri peserta didik;

4)      Menumbuhkan sikap toleran dan peka terhadap sesama serta mencintai lingkungan sebagai tempat belajar.

J-abarkan rencana (Design)

1.      Berapa lama target untuk merencanakan kegiatan pembiasaan bagi nurid?

2.      Apa tindakan-tindakan yang mendukung dalam merencanakan kegiatan pembiasaan bagi murid didik?

3.      Bagaimana mengukur kemajuan dan melanjutkan langkah?

1.  Membuat capaian yang realistis dengan membuat time schedule atau program kegiatan yang terperinci.

2.  Membentuk kepanitiaan dengan cara berkolaborasi dengan rekan sejawat, guru mata pelajaran dalam merencanakan kegiatan pembiasaan bagi peserta didik.

3.  Selalu melakukan evalusai dan laporan dalam setiap tahapan.

A-tur Eksekusi (Deliver)

1.      Siapa saja yang akan saya libatkan dalam mewujudkan rencana ini? Berperan sebagai apa saja?

2.      Kapan usaha merencanakan kegiatan praktikum akan mulai dilakukan?

1.   Kepala Sekolah sebagai penanggungjawab umum dan selaku top manajemen.

2.   Guru kelas sebagai pengawas dalam kehadiran program pembiasaan dan pembimbing di kelasnya masing-masing.

3.   Guru Mata Pelajaran sebagai sebagai contoh dan teladan.

4.   Kegiatan pembiasan dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan Sabtu.

 

D.     MELR (Monitoring, Evaluation,Learning, and Reporting) 

Monitoring, evaluation, leraning, dan reporting (MELR) merupakan suatu strategi yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi program sekolah yang dilaksanakan. MELR ini berfungsi untuk mengetahui kemajuan serta hambatan atau hal-hal yang tidak diduga yang secara potensial dapat menghambat jalannya program yang dilaksanakan.

Adapun rincian dari penerapan MELR pada program pembiasaan dan budaya sekolah sebagai penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan adalah sebagai berikut :

 

1.      Rencana Monitoring

 

No.

Pertanyaan Kunci Evaluasi Program Pembiasaan Dan Budaya Sekolah Sebagai Penumbuhan dan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan

1)      Bagaimana program pembiasaan dan budaya sekolah dapat meningkatkan penumbuhan dan penguatan pendidikan karakter peserta didik di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan ?

2)      Apa yang telah dicapai setelah melaksanakan program pembisaan dan budaya sekolah sebagai penumbuhan dan penguatan pendidikan karakter peserta didik di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan ?

3)      Hambatan apa saja yang ditemukan pada pelaksanaan program pembiasaan dalam penumbuhan dan penguatan penguatan pendidikan karakter di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan ?

 

2.      Fokus Monitoring

 

Fokus Monitoring

Pertimbangan Pemilihan

Pertanyaan Utama Monitoring

Bagai mana kegiatan atau Program Pembiasaan dan Budaya Sekolah sebagai Penumbuhan dan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik di SMP Negeri 5 Tikep dilaksanakan?

Untuk memastikan kegiatan dapat berjalan dengan lancar  baik peserta didik dan pihak-pihak terkait dapat mengikuti menjalankan tugas sesuai dengan program yang dibuat.

Bagai mana keterlibatan dan sikap peserta didik dalam menjalankan program pembiasaan yang dilaksanakan sebagai pembentukan dan penguatan pendidikan karakter di sekolah?

 

3.      Metode Pengolahan Data

 

Pertanyaan Monitoring

Sumber Informasi

Metode

Kapan dan Bagaimana

1)      Apakah setiap peserta didik menjalankan perannya masing-masing dalam mempraktikan program pembisaan yang dilaksanakan?

2)      Bagaiman sikap atau karakter yang ditunjukkan peserta didik setelah mengikuti program pembiasaan yang dilaksanakan?

3)      Bagai mana capaian program pembiasaan tersebut setelah dilaksanakan?

4)      Langkah apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki jika terdapat kelemahan dari program pembiasaan yang dilakanakan?

Guru kelas, Guru mata pelajaran,  dan peserta didik.

Wawancara, observasi.

Sedang berjalan.

 

 

4.      Strategi Pengolahan Data

 

Pertanyaan Monitoring

Data yang Terkumpul

Kesimpulan

Catatan Khusus

1.      Bagaimana pelaksanaan program pembiasaan dan budaya sekolah yang dilakukan dalam menumbuhkan dan penguatan pendidikan karakter peserta didik di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan?

2.      Apakah setiap peserta didik dapat mengikuti program dengan baik?

3.      Apa yang dicapai dari pelaksanaan program yang telah dilaksanakan?

Program pembiasaan dan budaya sekolah dilaksanakan setiap hari secara bersama-sama.

Setiap peserta didik dapat mengikuti program pembiasaan dan budaya sekolah dengan baik.

Secara bertahap, peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembiasaan dan budaya sekolah dengan ditunjukkan pada rutinitas yang dilakukan oleh setiap warga sekolah.

Kagitan sedang  berlangsung dapat berjalan secara terus menerus setiap hari disesuaikan dengan jadwal pembiasaan.

Program pembiasaan setiap hari bersih dilaksanakan secara rutin dan menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah.

 

Pembelajaran Program

 

Faktor-faktor Pendukung Pelaksanaan Program

Faktor-faktor Penghambat Pelaksanaan Program

Pembelajaran

1)      Visi dan misi sekolah yang dipahami oleh seluruh warga sekolah.

2)      Kerjasama antarwarga sekolah yang baik.

3)      Sarana penunjang yang memadai.

4)      Lingkungkungan sekolah yang nyaman dan aman.

1)      Masih kekurangan buku literasi yang berbentuk fisik sebagai sarana utama literasi.

2)      Lingkungan masyarakat yang masih belum bahu membahu dalam program penumbuhan dan penguatan pendidikan karakter.

Seluruh warga sekolah mempunyai komitmen yang sama untuk membangun dan melaksanakan program pembiasaan dan budaya sekolah sebagai penumbuhan dan penguatan pendidikan karakter.

 

 

6.      Pelaporan Program

 

LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM

Gambaran Umum Program

Program pembiasaan dan budaya sekolah maerupakan salah satu upaya penumbuhan dan penguatan karakter peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara rutin, terprogram dan insidental. Rutin dilakukan setiap hari menjelang jam pelajaran di mulai, dan dilaksanakan bersama-sama di kelas masing-masing. Kegaiatan ini dikatakan terprogram karena setiap peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap dan keperibadian yang berlakhak dan unggul sesuai dengan visi dan misi SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan. Dalam pelakasanaannya, peserta didik serius malaksanakan program pembiasaan ini, mulai dari pengenalan upacara bendera, pembacaan surat-surat pendek, Jumat bersih. Dengan kata lain, program ini dapat berjalan sesuai dengan rencana yang diprogramkan.

Deskripsi Pelaksanaan Program:

1)      Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan kegiatan pembiasaan adalah sebagai berikut:

a.      Pembisaaan penerapan 5S di lingkungan sekolah setiap pagi hari

b.      Pengenalan upacara bendera setiap hari Senin pukul 07.15-7.30 WIB

c.       Pembiasaan Pembacaan Asmaul Husna dan doa pagi dilaksanakan setiap hari Selasa pukuk 07.15-7.30 WIB.

d.      Literasi sekolah dilaksanakan di setiap hari terintegrasi pada setiap Mepel dan di lingkungan sekolah pada waktu istirahat atau waktu luang murid.

e.      Setiap hari bersih merupakan program yang dilaksanakan setiap hari, murid berkewajiban untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan terjaga.

2)      Strategi Pelaksanaan Program

Berbagi peran merupakan strategi yang digunakan dalam pelaksanaan program pembiasaan. Setiap program pembiasan dibagi ke dalam beberapa penggungjawab yang dikoordinir oleh wali kelas masing-masing.

3)      Faktor Pendukung dan Penghambat Program

Faktor pendukung dari program ini adalah peran dan kontribusi berbagai pihak dalam bentuk moril maupun materil serta sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah serta lingkungan sekolah yang menunjang terselenggaranya kegiatan ini. Sedangkan faktor pengambat dari program ini adalah masih rendahnya dukungan lingkungan masyarakat dalam menanamkan budaya baik atau penumbuhan karakter.

4)      Hasil Pelaksanaan Program

Hasil pelaksanaan program selalu dilakukan evaluasi dan dilaporkan dalam setiap bulannya. Berdasarkan dari partisipasi kehadiran peserta didik dan kerjasama dari berbagai pihak sehingga program ini dapat dilaksanakan dengan lancar. Program ini juga merupakan program yang berkesinambungan di sekolah dan sekarang sedang berlangsung dilaksanakan. Dengan secara rutin dan berkesinambungan dan perbaikan-perbaikan, maka pembiasaan ini menjadi salah satu budaya yang melekat pada didi peserta didik.

Refleksi dan Evaluasi 

Evaluasi Program melalui wawancara ,observasi. Refleksi dilakukanan dalam meningkatkan ekosistem sekolah yang baik dan hasil nyata dari program yang dijalankan.

Pembelajaran Program

Pembelajaran yang didapat dari program pembianan ini adalah terciptanya ekosistem dan budaya sekolah yang religius dan unggul. Peserta didik yang memiliki pribadi baik dan berakhlak mulia yang menjadi kunci dalam meningkatkan pembelajaran yang berpihak pada murid.

 

 

Deskripsi Pelaksanaan program

1.      Waktu pelaksanaan program

Waktu pelaksanaan program pembiasaan adalah sebagai berikut:

a.       Budaya salam atau suba jou dan budaya lainya di lingkungan sekolah diadakan setiap pagi ketika bertemu guru dan teman di sekolah

b.      Upacara bendera setiap hari Senin pukul 07.15 sampai 07.30 WIT

c.       Membacakan asmaul husna pada setiap apel pagi dan doa bersama untuk agama nasrani pada pukul 07.12-07.30 WIT

d.      Program literasi dilakukan di lingkungan sekolah pada waktu luang dan terintegrasi pada setiap maple.

e.       Setiap hari bersih dilaksanakan pada setiap hari, seluruh murid dan warga sekolah lain bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas masing- masing dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

2.      Strategi pelaksanaan program

Bertanggung jawab dan berbagi peran merupakan strategi yang digunakan dalam pelaksanaan program pembiasaan dan penanaman nilai-nilai karakter. Setiap program pembiasaan dibagi dalam beberapa penanggung jawab yang di koordinir oleh wali kelas masing-masing.

3.      Faktor pendukung dan penghambat program

Faktor pendukung dari program ini adalah peran dan kontribusi berbagai pihak baik dlam bentuk meateril serta sarana dan prasarana yang di miliki oleh sekolah dan lingkungan sekolah yang menunjukan terlanksanya kegiatan in. sedangkan factor penghambat dari kegiatan ini adalah masih rendahnya dukungan masyarakat dalam menanamkan budaya baik atau penumbuhan karakter.

4.      Hasil pelaksanaan program

Hasil pelaksanaan program selalu dilakukan evaluasi dan dilaporkan dlam setiap bulanya. Berdasarkan dari partisispasi kehadiran murid dan kerjasama dari berabgaai pihak sehingga program ini dapat dilaksanakan dengan lancer. Program ini juga merupakan program yang berkesinambungan disekolah dan sekarang sedang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan dan perbaikan-perbaikan,  sehingga pembiasaan ini menjadi suatu budaya yang menlekat pada diri murid.

5.      Evaluasi

Evaluasi program melalui wawancara, observasi, survey dilakukan dalam melakukan meningkatkan ekosisitem  sekolah yang baik dan hasil nyata dari program yang dijalankan

6.      Pembelajaran program

Pembelajaran yang didapat dari program ini adalah terciptanya ekosistem dan budaya sekolah yang religious dan unggul. Murid ysng memiliki karakter dan berakhlak mulia yang menjadi kunci dalam meningkatkan pembelajaran yang berpihak pada murid.

 

 

 Penutup

Dalam Perencanaan hingga pelaporan Program Pembiasaan dan Budaya Sekolah dalam Menumbuhkan dan Pengutan Pendidikan Karakter Peserta Didik di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan tidak terlepas dari pelibatan dengan berbagai pihak yang berkepentingan dari dalam maupun luar sekolah.

Pelibatan orang tua sebagai dalam membantu anak-anaknya di rumah dapat menumbuhkan karakter baik. Begitu juga lingkungan masayakat sangat bereran dalam mebantu penumbuhan karakter peserta didik.

Dengan program pembiasaan ini diharapkan seluruh warga sekolah memiliki sikap dan kepriadian yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu menjadikan siswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, berilmu, kreatif, cakap, berakhlak mulia, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 

Demikian Demonstrasi Kontekstual Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid. Semoga bermanfaat.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

3.2.a.10. Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

3.2.a.10. Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Nama CGP       : Litta Umasugi, S.Pd SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan CGP Angkatan 2 Kota Tidore Kepulauan     Pemetaan Tujuh Kelompok Aset  Sumber Daya di SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan Dalam mengelola aset yang ada di sekolah maka seorang Pemimpin pembelajaran harus mampu memetakan 7 aset sumber daya di sekolah yang terdiri atas aset manusia, aset sosial, fisik, finansial, politik, lingkungan dan agama budaya. Dengan pemetaan yang dilakukan maka kita bisa memaksimalkan potensi aset yang ada dengan berpedoman pada prinsip asset based thinking atau berpikir berbasis aset sehingga bisa menghasilkan potensi yang maksimal. Untuk bisa memberdayakan aset yang ada, maka seorang pemimpin pembelajaran harus melakukan manajemen perubahan menggunakan pendekatan inkuiri Apresiatif model BAGJA atau 5D untuk menginisiasi sebuah perubahan positif berdasar aset yang ada. a.  Lat...

Aksi Nyata Modul 3.1

  3.1.a.10. Aksi Nyata oleh Litta Umasugi, S. Pd SMP Negeri 5 Tidore Kepulauan CGP Angakatan 2 Kota Tidore Kepulauan   Sekolah adalah ‘institusi moral’, yang dirancang untuk mengajarkan norma-norma sosial, dimana para pemimpin di sekolah akan menghadapi situasi pengambilan keputusan yang banyak mengandung dilema secara etika, dan berkonflik antara nilai-nilai kebajikan universal yang sama-sama benar. Keputusan-keputusan yang diambil di sekolah akan merefleksikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh sekolah tersebut, dan akan menjadi rujukan atau teladan bagi seluruh warga sekolah. Sebagai seorang pendidik kita di hadapkan pada   situasi di mana Kita diharuskan mengambil suatu keputusan Peristiwa (Fact)   Dalam suatu kelas terdapat siswa yang kurang disiplin terhadap peraturan yang ditentukan oleh sekolah, Diantara nya sering tidak masuk sekolah baik karena sakit, ijin maupun Alpa. Toleransi untuk ketidakhadiran Alpa adalah sebanyak 6 kali Alpa denga...